Warga di lingkungan Pansur Napitu Kelurahan Tiga Balata Kabupaten Simalungun Sumatera Utara sangat keberatan dan menolak keberadaan dua kandang ternak ayam milik Marga Siahaan (warga Simpang Parmonangan Balata) dan Marga Marpaung (Warga Pematangsiantar) yang berada di Lumban Sihobuk.
Selain kandang ternak ayam yang sudah beroperasi warga juga menolak pembangunan yang diduga kandang ternak ayam milik Marga Nainggolan di Pansur Napitu.
Menurut warga sekitar, alasan penolakan keberadaan kandang ayam yang sudah berdiri sejak Tahun 2020 tersebut sudah sangat meresahkan warga karena menimbulkan bau dan banyak lalat di kampung Pansur Napitu.
“Ada jutaan lalat yang menyerbu kampung kami. Bukan cuma lalat bau lagi,”ujar warga di lokasi pembangunan yang diduga kandang ayam saat pertemuan masyarakat dengan camat Jorlang Hataran dan Lurah Tiga Balata, Rabu (13/7/2022) sekira jam 09.00 Wib.
Dijelaskan warga, saat itu mereka belum mengetahui dampak dari keberadaan kandang ayam sehingga mereka mau memandatangani namun saat itu ada surat perjanjian yang ditandatangani bersama antara pengusaha Saiman Siahaan dengan warga apabila ada menimbulkan dampak dan meresahkan warga maka pengusaha bersedia menutup usaha kandang ayam miliknya.
“Ini masih ada surat perjanjiannya,”ujar warga sambil menunjukkan surat perjanjian tersebut.
Masih menurut warga terkait bangunan yang baru sebelumnya telah diberitahukan kepada pihak kelurahan dan sudah melayangkan surat namun ditolak karena menurut lurah isi surat tersebut kurang pas sehingga warga curiga pihak kelurahan sudah kong kali kong dengan pengusaha.
Plt Camat Jorlang Hataran Pinondang Sidabutar yang saat pembanguan kandang ayam sebagai Lurah di Tiga Balata menjelaskan bahwa pembangunan kandang ayam tersebut tidak izinnya dan tanpa sepengetahuannya karena saat itu warga menyetujuinya dengan membubuhkan tanda tangan tanpa melibatkan pihak kelurahan.
Terkait bangunan tanpa izin tersebut yang sedang dibangun pihak kecamatan sudah menyuruh pengusaha untuk menghentikan pembangunannya sampai pengusaha mendapat atau mengurus izin terlebih dahulu ke pemerintah dan mengaku tidak mendapat apa apa dari pengusaha,”Saya tidak kenal dengan pak Nainggolan ini. Saya saat ini posisi ditengah tidak ada pro sama siapa,”ujarnya.
Jadi mulai saat ini pembangunan distop sampai pengusaha dapat dapat menunjukkan surat izin dari dinas terkait,”ujarnya.
Sementara itu, Marpaung pengusaha ternak ayam di Lumban Sihobuk ketika ditemui dilokasi ternak ayamnya mengatakan kandang ayam miliknya akan direnovasi dengan menggunakan AC sehingga lalat tidak keluar lagi.
Namun menurut warga hal tersebut tidak jaminan,”Apakah sudah bisa dijamin tidak ada lalatnya,”tanya warga.
“Saya tidak menjamin tidak ada lalat tapi 90 % lalatnya tidak akan keluarlah,’ ujar Marpaung. (Tohap Manurung )
Discussion about this post